Ketua DPRK Mohd Rizki Ramadhan Terima Silaturahmi Jaringan Aneuk Syuhada Aceh, Bahas Aspirasi dan Investasi Beutong Ateuh
Suka Makmue, HabaBerita.com – Ketua DPRK Nagan Raya, Mohd. Rizki Ramadhan, menerima kunjungan silaturahmi Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) di ruang kerja Ketua DPRK Nagan Raya, Rabu (10/6/2026).
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi wadah untuk mempererat hubungan sekaligus menyampaikan berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya terkait rencana investasi di kawasan Beutong Ateuh.
Mohd. Rizki Ramadhan menyambut baik kedatangan Ketua dan anggota JASA serta mengapresiasi silaturahmi yang terus terjalin antara organisasi masyarakat dan lembaga legislatif.
“Kami menyambut baik kedatangan Jaringan Aneuk Syuhada Aceh ke DPRK Nagan Raya. Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk memperkuat komunikasi dan menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat secara langsung,” ujar Rizki.
Sementara itu, Ketua JASA Nagan Raya Said Asil Laut Tawar menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRK Nagan Raya yang telah menerima mereka dengan baik dan memberikan ruang untuk berdiskusi.
“Kami selaku anak-anak syuhada mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRK Nagan Raya yang telah menyambut baik kedatangan kami serta bersedia mendengar berbagai aspirasi yang kami sampaikan,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, JASA juga menyoroti isu rencana investasi yang akan dilakukan di wilayah Beutong Ateuh. Mereka berharap pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dapat mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyikapi persoalan tersebut.
“Kami berharap pemerintah dan masyarakat dapat duduk bersama serta berdiskusi mengenai rencana investasi yang akan dilakukan di Beutong Ateuh, sehingga tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat terkait perbedaan pandangan antara yang menerima maupun yang menolak tambang,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih konstruktif demi menjaga persatuan masyarakat serta mendukung pembangunan daerah yang berpihak kepada kepentingan rakyat. (*)