Bukan Sekedar Menutup Bimtek, BDK Provinsi Aceh Perkuat Fondasi Pelatihan Berkualitas
Jantho, HabaBerita.com — Peningkatan kualitas pelatihan tidak hanya ditentukan oleh materi pembelajaran dan narasumber, tetapi juga oleh kapasitas penyelenggara yang memastikan setiap proses berjalan efektif, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
Berangkat dari semangat tersebut, Balai Diklat Keagamaan (BDK) Provinsi Aceh menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Penyelenggara Pelatihan yang berlangsung pada 4–5 Agustus 2026 yang diikuti oleh seluruh ASN BDK Aceh.
Bimtek ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi internal agar seluruh unsur penyelenggara memiliki pemahaman yang sama terhadap standar penyelenggaraan pelatihan, tata kelola administrasi, pelayanan peserta, hingga pengendalian mutu pelatihan. Melalui peningkatan kapasitas tersebut, BDK Provinsi Aceh terus mendorong terwujudnya layanan pengembangan kompetensi ASN yang semakin profesional, adaptif, dan berdampak.
Penutupan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Kasubbag Tata Usaha BDK Provinsi Aceh, Zulkifli. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi harus tercermin dalam perubahan cara kerja, bukan berhenti pada kegiatan pembelajaran semata.
“Peningkatan kompetensi ini bukan sekedar menambah pengetahuan, tetapi harus menjadi titik awal perubahan cara kerja kita. Setiap ASN memiliki peran dalam memastikan penyelenggaraan pelatihan berlangsung profesional, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta. Karena itu, hasil bimtek ini harus diimplementasikan dalam setiap tahapan penyelenggaraan pelatihan sehingga kualitas layanan BDK Provinsi Aceh terus meningkat,”ujar Zulkifli.
Ia menambahkan, tantangan penyelenggaraan pelatihan terus berkembang seiring meningkatnya tuntutan terhadap kualitas layanan publik. Oleh karena itu, setiap penyelenggara perlu membangun budaya kerja yang kolaboratif, responsif terhadap perubahan, serta berorientasi pada perbaikan berkelanjutan agar setiap program pelatihan mampu memberikan manfaat yang nyata bagi peserta maupun organisasi.
“Pelatihan yang berkualitas lahir dari penyelenggara pelatihan yang kompeten. Ketika seluruh tim memiliki pemahaman yang sama terhadap standar mutu dan mampu bekerja secara kolaboratif, maka setiap pelatihan akan memberikan dampak yang lebih besar bagi peningkatan kompetensi ASN. Itulah yang harus kita bangun di BDK Provinsi Aceh,” tambahnya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh penguatan kompetensi pada berbagai aspek strategis penyelenggaraan pelatihan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengendalian mutu, hingga evaluasi. Materi tersebut dirancang untuk memperkuat kesamaan persepsi sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan pelatihan di BDK Aceh.
Melalui bimtek ini, BDK Aceh menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem pembelajaran yang berkualitas. Penguatan kompetensi penyelenggara diharapkan menjadi fondasi dalam menghadirkan pelatihan yang tidak hanya terlaksana dengan baik secara administratif, tetapi juga mampu menghasilkan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi ASN Kementerian Agama di Aceh. (*)