Kehadiran PT Mifa Bersaudara sebagai Katalisator Pembangunan Sosial dan Ekonomi di Wilayah Aceh Barat

 Kehadiran PT Mifa Bersaudara sebagai Katalisator Pembangunan Sosial dan Ekonomi di Wilayah Aceh Barat

Meulaboh, HabaBerita.com – Perusahaan tambang batu bara PT MIFA Bersaudara mendapat sorotan positif dari kalangan pemuda dan mahasiswa Aceh Barat.

Salah satunya datang dari Munasril, aktivis muda sekaligus mahasiswa dari salah satu kampus yang ada di Meulaboh, yang menyebut kehadiran perusahaan tersebut telah membawa dampak sosial dan ekonomi yang cukup nyata bagi masyarakat sekitar.

Menurut Munasril, PT MIFA tidak hanya fokus pada operasional tambang, tetapi juga aktif menjalankan berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

“Kita tidak bisa menutup mata. Banyak warga yang kini bisa bekerja, ekonomi lokal bergerak, dan fasilitas sosial ikut berkembang karena kontribusi perusahaan,” ujar Munasril. Rabu 21 Mei 2025.

Pekerjaan dan Harapan Baru untuk Warga Lokal

Salah satu dampak paling terasa adalah terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat lokal. PT MIFA diketahui memprioritaskan tenaga kerja dari wilayah sekitar tambang. Hal ini membantu menekan angka pengangguran, terutama di kalangan pemuda desa.

“Ini bukan soal angka semata. Tapi soal harapan. Anak-anak muda yang dulu tidak punya pekerjaan, sekarang bisa bantu ekonomi keluarga,” tambah Munasril.

Program Sosial yang Dirasakan Langsung

Selain menyerap tenaga kerja, PT MIFA juga aktif menjalankan program CSR (Corporate Social Responsibility) di berbagai bidang. Di antaranya:

Beasiswa pendidikan untuk pelajar berprestasi.

Pelatihan dan bantuan usaha bagi pelaku UMKM.

Layanan kesehatan gratis dan kampanye sanitasi.

Pembangunan infrastruktur, seperti jalan lingkungan dan air bersih.

Kegiatan penghijauan dan edukasi lingkungan di sekolah-sekolah.

Menurut Munasril, langkah-langkah ini tidak hanya membantu secara ekonomi, tapi juga memperkuat relasi antara perusahaan dan masyarakat.

Tetap Perlu Pengawasan dan Kolaborasi

Munasril juga menekankan bahwa apresiasi bukan berarti tanpa kritik. Ia berharap PT MIFA terus menjaga transparansi dan membuka ruang dialog dengan masyarakat.

“Perusahaan harus terus mendengar suara warga. Jangan sampai hanya kelihatan saat acara seremonial saja. Kita ingin hubungan yang jujur, terbuka, dan saling membangun,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberlanjutan lingkungan harus jadi perhatian utama dalam aktivitas pertambangan.

“Pembangunan ekonomi harus sejalan dengan keberlanjutan lingkungan dan sosial. Itu prinsip dasar yang tidak boleh dilupakan,” tutup Munasril. (*)

Redaksi

http://hababerita.com

Lihat Dunia Lebih Dekat

Related post