Sempat Deadlock Panjang, Sidang Paripurna DPM UTU Tetapkan Irwanda sebagai Ketua
Meulaboh, HabaBerita.com — Setelah melalui dinamika panjang dan sempat mengalami deadlock dalam Kongres Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UTU akhirnya memiliki jajaran pimpinan baru untuk periode 2026/2027.
Dalam Sidang Paripurna DPM Universitas Teuku Umar yang digelar di Aula Malahayati UTU, Senin (14/9/2026), Irwanda dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ditetapkan sebagai Ketua DPM UTU. Ia didampingi Rosma dari Fakultas Teknik (FT) sebagai Wakil Ketua I dan Diski Saputra dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) sebagai Wakil Ketua II.
Proses pemilihan pimpinan DPM UTU tersebut merupakan rangkaian dari Kongres Mahasiswa UTU yang dibuka sejak 22 Mei 2026. Kongres sebagai salah satu forum tertinggi organisasi mahasiswa tingkat universitas itu berlangsung alot dan sempat mengalami kebuntuan atau deadlock dalam proses pengambilan keputusan.
Untuk mengurai kebuntuan tersebut, dilakukan langkah rekonsiliasi dengan melibatkan seluruh ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), DPM Fakultas (DPM-F) di lingkungan UTU, serta para delegasi kongres.
Setelah melalui proses rekonsiliasi dan pembahasan yang cukup panjang, forum akhirnya kembali dilanjutkan hingga menghasilkan keputusan terkait komposisi pimpinan DPM UTU periode 2026/2027.
Irwanda kemudian ditetapkan sebagai Ketua DPM UTU, sementara Rosma dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua I dan Diski Saputra sebagai Wakil Ketua II.
Penetapan tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam Sidang Paripurna DPM UTU. Forum ini sekaligus menjadi momentum bagi lembaga legislatif mahasiswa di tingkat universitas untuk menentukan arah kepemimpinan dan menjalankan fungsi kelembagaan ke depan.
Sebagai ketua terpilih, Irwanda menegaskan bahwa jabatan yang diembannya bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah untuk menjalankan fungsi representasi mahasiswa.
Menurutnya, DPM UTU harus mampu menjadi lembaga yang terbuka terhadap aspirasi mahasiswa, kritis dalam menyikapi berbagai persoalan, serta berani mengambil sikap ketika kepentingan mahasiswa membutuhkan pembelaan.
“Kami tidak menjanjikan kepemimpinan yang sempurna. Kami menjanjikan keberanian untuk mendengar, mengkritisi, dan bertanggung jawab,” ujar Irwanda.
Ia bersama jajaran pimpinan baru berkomitmen membawa DPM UTU agar semakin aktif menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, sekaligus memperkuat peran lembaga dalam mengawal aspirasi mahasiswa.
Kepemimpinan baru DPM UTU juga diharapkan mampu membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara DPM, organisasi mahasiswa, dan mahasiswa secara umum. Dengan demikian, berbagai aspirasi dan persoalan mahasiswa dapat disampaikan serta diperjuangkan melalui mekanisme kelembagaan yang tersedia.
Terpilihnya Irwanda, Rosma, dan Diski Saputra menjadi babak baru bagi DPM UTU setelah proses kongres yang berlangsung cukup panjang dan diwarnai kebuntuan.
Tantangan berikutnya adalah memastikan roda organisasi berjalan efektif sekaligus membangun kembali kepercayaan mahasiswa terhadap DPM sebagai lembaga representasi di tingkat universitas.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, DPM UTU diharapkan dapat menjadi lembaga mahasiswa yang semakin aspiratif, kritis, transparan, dan responsif terhadap persoalan mahasiswa serta mampu berkontribusi dalam menciptakan kehidupan kemahasiswaan yang lebih baik di Universitas Teuku Umar. (*)