Peresmian Pondok Pesantren Nur Al-‘Alim Al-Hasyimi dan Peletakan Batu Pertama Surau Suluk RNH Digelar di Muaro Bungo
Jambi, HabaBerita.com – Ribath Nouraniyyah Hasyimiyyah (RNH) resmi meresmikan Pondok Pesantren Nur Al-‘Alim Al-Hasyimi sekaligus melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Surau Suluk Nour Miftahul Jannah RNH Cabang Muaro Bungo, Jambi, pada Rabu (24/6/2026) atau bertepatan dengan 9 Muharram 1448 Hijriah.
Peresmian tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan dakwah dan pendidikan RNH di Indonesia, sekaligus menandai berdirinya pondok pesantren pertama yang berada di bawah naungan RNH.
Prosesi peresmian dipimpin langsung oleh Pengasuh RNH, Dr. Arrazy Hasyim, M.A.Hum, didampingi Ketua Yayasan Ribath Nouraniyyah Pusat, Eli Ermawati, S.H.I. Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga besar RNH dari berbagai daerah.
Sejumlah tokoh agama dan pimpinan RNH turut hadir, di antaranya Maulana Abuya Kasril Al-Khalidi selaku guru Abuya Arrazy Hasyim, jamaah RNH dari Payakumbuh, Lintau, dan Sijunjung, Ketua RNH Cabang Bungo, serta para muallim RNH Cabang Muaro Bungo.
Turut menghadiri kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Kabupaten Muaro Bungo, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bungo, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bungo, Kapolres Bungo, perwakilan Kodim Bungo, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Bungo, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bungo, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, para pengasuh pondok pesantren, mursyid se-Muaro Bungo, serta tokoh masyarakat setempat.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi pengguntingan pita sebagai simbol peresmian Pondok Pesantren Nur Al-‘Alim Al-Hasyimi, kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Surau Suluk Nour Miftahul Jannah RNH. Setelah itu, seluruh hadirin bersama-sama melantunkan Shalawat Jibril sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Peresmian pondok pesantren dan dimulainya pembangunan surau suluk tersebut juga menjadi penutup rangkaian rihlah dakwah Abuya Dr. Arrazy Hasyim di Provinsi Jambi.
Dalam kesempatan itu, pihak RNH menyampaikan bahwa hingga saat ini organisasi tersebut telah memiliki sejumlah cabang di berbagai daerah di Indonesia, selain pusat yang berada di kawasan Jabodetabek. Cabang-cabang RNH telah berkembang di Sumatera Barat, Riau, Nusantara, Kudus, Palembang, dan Jambi, yang secara bertahap juga akan membangun surau-surau suluk sebagai pusat pembinaan keagamaan dan pendidikan spiritual.
RNH juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah, muallim, sahabat, dan para dermawan yang telah berkontribusi dalam pengembangan dakwah melalui dukungan tenaga, pemikiran, doa, maupun bantuan materi. Saat ini, beberapa pembangunan surau RNH masih berlangsung dan terbuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi melalui program wakaf.
“Semoga Allah SWT meridhai setiap ikhtiar dalam mensyiarkan agama-Nya serta menjadikan seluruh amal kebaikan yang dilakukan sebagai bekal di akhirat,” demikian harapan yang disampaikan pengurus RNH dalam penutupan kegiatan.(*)