Kabar Baik bagi Santri Aceh, Maktab Resmi Universitas Al Wasatiyyah Hadir di Aceh Barat
Meulaboh, HabaBerita.com – Kabar baik bagi para santri dan pelajar di Aceh yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah. Maktab atau Cabang resmi Universitas Al Wasatiyyah, Tarim, Hadramaut, Yaman, kini resmi dibuka untuk wilayah Aceh sebagai pusat layanan informasi, pendaftaran, dan pembinaan calon mahasiswa.
Peresmian maktab tersebut dilaksanakan pada 25 Juli 2026 dan dihadiri langsung oleh Ketua Pembina Universitas Al Wasatiyyah, Al Syeikh Al Habib Abdul Raqib bin Ahmad Al Atthos, yang datang dari Tarim, Hadramaut, Yaman.
Turut hadir Ketua Kantor Pusat Universitas Al Wasatiyyah Indonesia, As Sayyid Abu Bakar bin Syeikh Abu Bakar, Pembina Maktab Aceh Ustadz Habibi An Nawawi, Lc., Dipl., serta puluhan alumni Universitas Al Wasatiyyah yang telah menyelesaikan pendidikan di Yaman dan kembali ke Aceh.
Maktab resmi Universitas Al Wasatiyyah Aceh dipimpin oleh alumni universitas tersebut, Teungku Riyan Darwis, Lc., Dipl., dengan lokasi sementara di Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.
Pembukaan maktab ini menjadi langkah strategis dalam mempermudah akses pendidikan bagi generasi muda Aceh yang ingin melanjutkan studi ke Tarim, salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di dunia.
Berdasarkan kesepakatan yang telah ditetapkan pengelola maktab, calon mahasiswa dari Aceh tidak lagi diwajibkan mengikuti proses seleksi maupun pengurusan administrasi di Pulau Jawa. Seluruh tahapan pendaftaran, pemberkasan, hingga proses seleksi akan difasilitasi langsung di Aceh.
Selain memberikan layanan administrasi, pihak maktab juga akan melakukan pendampingan, pembinaan, serta memberikan bimbingan kepada para santri dan pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke Universitas Al Wasatiyyah maupun perguruan tinggi Islam lainnya di Timur Tengah.
Ketua Maktab Universitas Al Wasatiyyah Wilayah Aceh, Teungku Riyan Darwis, Lc., Dipl., mengatakan kehadiran maktab resmi ini diharapkan menjadi jembatan bagi putra-putri Aceh untuk mengakses pendidikan di Yaman tanpa harus menghadapi kendala jarak maupun keterbatasan informasi.
“Dengan adanya maktab resmi ini, santri dan pelajar Aceh tidak lagi harus pergi ke Pulau Jawa untuk mengikuti tes masuk maupun mengurus administrasi. Semua proses dapat dilakukan di Aceh dengan pendampingan penuh dari tim maktab,” ujarnya. Selasa, 4/8/2026.
Ia menambahkan, keberadaan maktab diharapkan menjadi pusat informasi sekaligus pembinaan bagi calon mahasiswa sehingga semakin banyak generasi Aceh yang dapat melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah.
Kehadiran Maktab Resmi Universitas Al Wasatiyyah di Aceh diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperluas akses pendidikan Islam internasional bagi generasi muda Aceh serta mempererat hubungan akademik antara Aceh dan Tarim, Hadramaut, Yaman. (*)