FIKES Universitas Abulyatama Gelar SENASTAKA IV 2026, Perkuat Kolaborasi Multidisiplin untuk Transformasi Kesehatan Berkelanjutan
Banda Aceh, HabaBerita.com — Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Abulyatama kembali menggelar Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat (SENASTAKA) IV tahun 2026 sebagai wadah ilmiah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dalam memperkuat kolaborasi serta berbagi inovasi di bidang kesehatan masyarakat.
Kegiatan yang memasuki penyelenggaraan keempat ini berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 15–16 April 2026, bertempat di GSG Aula Nyak Syech Universitas Abulyatama Aceh.
Mengusung tema “Inovasi dan Kolaborasi Multidisiplin untuk Transformasi Kesehatan yang Berkelanjutan,” SENASTAKA IV menjadi refleksi atas kebutuhan sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan kesehatan global dan nasional, baik dari aspek teknologi, lingkungan, maupun sistem pelayanan kesehatan.
Acara hari pertama diawali dengan registrasi peserta dan pemutaran video profil FIKES Universitas Abulyatama. Pembukaan berlangsung khidmat dengan rangkaian kegiatan mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Abulyatama, hingga penampilan Tari Guel sebagai bentuk pelestarian budaya Aceh.
Ketua panitia, Taufiq Karma, M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas akademik sekaligus memperkuat kolaborasi multidisiplin di bidang kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Dekan FIKES Universitas Abulyatama, Dr. Lensoni, M.Kes menekankan pentingnya inovasi dalam menjawab tantangan kesehatan yang semakin kompleks. Kegiatan ini kemudian dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Abulyatama, Ir. R. Agung Efriyo Hadi, M.Sc., Ph.D., IPM.
Memasuki sesi inti, seminar menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Prof. Dr. Haliza Abdul Rahman dari Universiti Putra Malaysia, Dr. Erlindawati, SKM., MPHM dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Dr. Lensoni, M.Kes dari Universitas Abulyatama, Ambia Nurdin, SKM., M.Kes dari IAKMI Aceh, serta Dr. dr. Quranayati, M.Kes dari RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.
Para narasumber memaparkan berbagai materi terkait inovasi kesehatan, kolaborasi lintas sektor, serta tantangan kesehatan masyarakat yang semakin dinamis. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan peserta secara aktif.
Selain sesi utama, kegiatan juga diramaikan dengan penampilan seni seperti tari kreasi, puisi musikal, dan musik akustik yang menambah antusiasme peserta.
SENASTAKA IV turut menghadirkan sesi invite speaker yang diisi oleh sejumlah akademisi dan praktisi, antara lain Khairuman, MKM; Wildan Seni, M.Si; Ully Fitria, MKM; Kiki Asrifa Dinen, MKM; Mhd. Hidayattullah, MKM; Dr. Reza Kurnia, MA, MKM; serta Rosalia Putri, MKM dan pemateri lainnya.
Para invite speaker memaparkan hasil penelitian dan pengalaman praktik yang relevan dengan pengembangan kesehatan masyarakat berbasis kolaborasi.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sesi paralel presentasi pemakalah yang terbagi dalam 15 ruang, termasuk satu ruang virtual. Peserta mempresentasikan hasil penelitian sesuai subtema, seperti epidemiologi, kesehatan lingkungan, kesehatan ibu dan anak, gizi masyarakat, manajemen kesehatan, hingga inovasi teknologi kesehatan.
Setiap presentasi dinilai oleh moderator untuk menentukan pemateri terbaik. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan kepada pemakalah terbaik.
Kegiatan SENASTAKA IV ditutup secara resmi dengan harapan dapat terus berkembang menjadi forum ilmiah yang lebih berkualitas di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, peserta—khususnya mahasiswa—diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks, serta berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran dan kemandirian dalam menjaga kesehatan. (*)