DPRK Nagan Raya Gelar Pembahasan Bersama Rancangan Perubahan APBK Tahun 2025

 DPRK Nagan Raya Gelar Pembahasan Bersama Rancangan Perubahan APBK Tahun 2025

Suka Makmue, HabaBerita.com – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya gelar pembahasan bersama Rancangan Perubahan APBK Nagan Raya tahun anggaran 2025.

Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua II Dr. Said Syahrul Rahmad, SH., MH dan Wakil I dr. Afzalul Zikri bersama beberapa anggota Panitia Anggaran DPRK berlangsung di Ruang Panitia Anggaran DPRK Nagan Raya, Senin (22/9/2025).

Menurut Waka II perubahan APBK ini terjadi karena beberapa alasan yaitu untuk menyesuaikan dengan dinamika pembangunan yang sedang berjalan, dan menyesuaikan dengan program-program nasional maupun program prioritas dari Bupati serta untuk meningkatkan efektivitas.

“Kita tetap bersinergi antara Eksekutif dan Legislatif sehingga rancangan APBK ini mencerminkan aspirasi rakyat bukan untuk orang tertentu” katanya.

Selain itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nagan Raya Ir. H. Ardimartha menyampaikan bahwa pembahasan rancangan APBK perubahan tahun anggaran 2025 ini agar diikuti langsung oleh Kepala OPD masing-masing.

“Kami mengingatkan kepada Kadis di OPD masing-masing untuk hadir dan mengikuti rapat pembahasan perubahan APBK ini, Rapat ini sangat penting terhadap perubahan anggaran, jika ada tugas lain yang tidak dapat ditinggalkan agar segera berkoordinasi dengan pimpinan” tegas Sekda.

Rapat Pembahasan diawali dengan Dinas Pendidikan dan dilanjutkan dengan 20 dinas yang masuk dalam jadwal hari ini.
Rencananya kegiatan ini dilaksanakan dua hari kerja 22-23 September 2025.

“Hari ini kita melaksanakan rapat pembahasan perubahan APBK 2025, kami diberikan waktu dua hari untuk menyelesaikan ini saya berharap agar pembahasan ini dapat dimaksimalkan sesuai prioritasnya” ungkap Junid Ariyanto Anggota Panitia Anggaran Dewan.

Pada kesempatan itu Waka I dr. Afzalul Zikri juga menyampaikan kepada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Sultan Iskandar Muda (RS SIM) agar melakukan pengecekan terhadap pelayanan serta persediaan obat-obatan serta dengan dr. Spesialis harus ada komunikasi yang baik.

“Pelayanan RS SIM itu wajib ditingkatkan, masyarakat selalu mengeluh tentang buruknya pelayanan yang ada disana, kemudian juga dengan obat-obatan hingga dokter spesialis, ini harus ditangani dengan serius dan menjadi perhatian utama Direktur” tegasnya. (adv)

Editor : Saiful Bahri

Redaksi

http://hababerita.com

Lihat Dunia Lebih Dekat

Related post