Ultimatum Heri Afriansyah kepada PT Mifa: Segera Cabut Laporan terhadap Bupati Aceh Barat dan Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka
Ketua Umum HMI Cabang Meulaboh Periode 2017-2018, Heri Afriansyah. (Dok : Istimewa)
Meulaboh, HabaBerita.com – Menyikapi polemik laporan hukum yang dilayangkan PT Mifa Bersaudara terhadap Bupati Aceh Barat, Tarmizi, mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Meulaboh periode 2017 – 2018, Heri Afriansyah, SH, menyampaikan ultimatum keras kepada perusahaan tersebut.
Menurutnya, tindakan PT Mifa melaporkan kepala daerah adalah bentuk arogansi dan telah melukai hati masyarakat Aceh Barat. Ia menilai perusahaan sebagai tamu sudah tidak lagi menghormati tuan rumahnya.
“Tajok hate dilake jantong, begitulah perumpamaannya saat ini. Bila laporan ini tidak segera dicabut, saya yakin gelombang kemarahan masyarakat akan meluas. Bahkan, bisa saja masyarakat menuntut PT Mifa hengkang dari Aceh Barat,” ujar Heri.
Heri meminta PT Mifa untuk segera melakukan tabayun (klarifikasi) dan membangun komunikasi yang baik dengan Pemerintah Daerah Aceh Barat. Ia menekankan bahwa yang dilakukan oleh Bupati Tarmizi adalah bentuk kepedulian terhadap kepentingan rakyat dan daerah.
“PT Mifa seharusnya mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah daerah, bukan malah merasa keberatan dan mengambil jalur hukum. Ini bukan tentang ego perusahaan, ini soal etika dan penghormatan terhadap otoritas daerah,” lanjutnya.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Aceh Barat selama ini sangat terbuka dan mendukung masuknya investasi, selama perusahaan mematuhi aturan yang berlaku. Namun, jika perusahaan justru menjadi pemicu konflik, maka masyarakat tidak akan segan mengambil tindakan tegas.
“Kami menghargai investor, tapi jika kehadiran mereka justru membawa kegaduhan, maka jangan salahkan masyarakat jika akhirnya mengusir secara paksa. Masih banyak perusahaan lain yang siap berinvestasi dengan menghormati aturan daerah.”
Sebagai penutup, Heri memberikan pesan jelas kepada PT Mifa, “Segera cabut laporan terhadap Bupati Aceh Barat dan sampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ini satu-satunya langkah bijak yang bisa meredam kemarahan publik. Bupati Tarmizi adalah sosok yang dianggap sebagai orang tua oleh masyarakat. Mustahil anak membiarkan orang tuanya disakiti begitu saja.” (*)