Pemuda Beutong Ateuh Ingatkan Bupati Nagan Raya agar Bijak Sikapi Rencana Tambang

 Pemuda Beutong Ateuh Ingatkan Bupati Nagan Raya agar Bijak Sikapi Rencana Tambang

Suka Makmue, HabaBerita.com – Di tengah polemik rencana pemberian izin usaha pertambangan (IUP) di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang yang dikaitkan dengan potensi investasi bernilai ratusan triliun rupiah, sejumlah pemuda setempat meminta Pemerintah Kabupaten Nagan Raya tidak terburu-buru mengambil keputusan terkait aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.

Salah seorang pemuda Beutong Ateuh Banggalang, Samsuardi, menegaskan bahwa masyarakat setempat pada dasarnya tidak menolak investasi. Namun, menurutnya, investasi yang masuk harus mempertimbangkan kondisi sosial, lingkungan, serta aspirasi masyarakat yang telah lama tinggal dan menggantungkan hidup di kawasan tersebut.

“Masyarakat Beutong Ateuh tidak alergi terhadap investasi. Mungkin tujuan pemerintah baik untuk meningkatkan perekonomian daerah, tetapi kami menilai langkah yang diambil terkait rencana pertambangan ini terkesan terlalu tergesa-gesa,” kata Samsuardi kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa masyarakat Beutong Ateuh hingga saat ini masih berupaya bangkit dari berbagai dampak bencana alam yang pernah melanda wilayah tersebut. Karena itu, munculnya wacana pertambangan kembali menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

“Luka akibat bencana banjir belum sepenuhnya pulih. Kini masyarakat kembali dihadapkan pada rencana pertambangan yang dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak lingkungan di masa depan. Kekhawatiran itu sangat wajar karena menyangkut keberlangsungan hidup generasi mendatang,” ujarnya.

Menurut Samsuardi, investasi tidak harus selalu berbentuk pertambangan. Ia menilai Beutong Ateuh memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan komoditas unggulan lainnya yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

“Potensi alam Beutong Ateuh sangat luar biasa. Tanahnya subur dan mampu menghasilkan berbagai komoditas seperti padi, kopi, kemiri, dan hasil pertanian lainnya. Pertanyaannya, mengapa investasi tidak diarahkan untuk mengembangkan sektor-sektor tersebut? Mengapa harus pertambangan?” katanya.

Selain itu, Samsuardi juga menyoroti pernyataan Bupati Nagan Raya yang belakangan menyebut bahwa target pembangunan daerah sebagaimana yang pernah disampaikan saat masa kampanye akan sulit terwujud jika investasi tidak mendapat dukungan.

Menurutnya, perbedaan pandangan di tengah masyarakat terkait investasi merupakan hal yang lumrah dalam proses demokrasi dan tidak semestinya dijadikan alasan apabila target pembangunan yang dijanjikan pemerintah belum dapat direalisasikan.

“Pro dan kontra terhadap investasi itu hal biasa dan terjadi di banyak daerah. Namun, jangan sampai masyarakat dijadikan alasan apabila janji pembangunan yang pernah disampaikan saat kampanye tidak terpenuhi. Janji tersebut merupakan komitmen pemerintah kepada masyarakat, bukan sebaliknya,” tegasnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dapat memahami sikap masyarakat Beutong Ateuh yang sejak lama konsisten menolak aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.

“Kami berharap pemerintah tidak mengaitkan penolakan masyarakat dengan tidak terealisasinya janji-janji pembangunan. Sikap masyarakat terhadap pertambangan bukan hal baru, tetapi sudah berlangsung sejak lama,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Samsuardi meminta Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan (TRK), mempertimbangkan secara matang setiap kebijakan yang berkaitan dengan masa depan Beutong Ateuh Banggalang.

“Kami berharap Bapak Bupati memahami aspirasi masyarakat. Hubungan emosional antara masyarakat Beutong Ateuh dengan beliau selama ini sangat baik. Jangan sampai persoalan investasi justru menimbulkan jarak dan mengurangi kepercayaan yang telah terbangun. Karena itu, kami berharap pemerintah benar-benar bijak dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan terkait rencana investasi di Beutong Ateuh,” pungkasnya.(*)

Redaksi

http://hababerita.com

Lihat Dunia Lebih Dekat

Related post