HMI Sebut Kebijakan Tutup Sekolah di Aceh Barat Jalan Pintas yang Menyakiti Masa Depan Generasi

 HMI Sebut Kebijakan Tutup Sekolah di Aceh Barat Jalan Pintas yang Menyakiti Masa Depan Generasi

Banda Aceh, HabaBerita.com – Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, sekaligus juga ketua Umum HMI FKIP USK Rivaldi, menyampaikan penolakan keras terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat yang akan menutup sejumlah sekolah di daerah tersebut.

“Kebijakan ini adalah bentuk pengabaian terhadap hak dasar anak-anak Aceh Barat untuk mendapatkan pendidikan. Fakta bahwa siswa menangis karena sekolahnya akan ditutup adalah potret nyata gagalnya pemerintah memahami suara rakyatnya sendiri,” kata Rivaldi dalam keterangannya kepada media, Selasa (24/9).

Menurut Rivaldi, penutupan sekolah bukan solusi. Kebijakan ini akan memperpanjang jarak tempuh anak-anak untuk bersekolah, membebani orang tua, serta mengancam keberlangsungan hidup para guru.

“Kami mendesak Pemkab Aceh Barat untuk segera mengkaji ulang kebijakan penutupan sekolah dan membuka ruang dialog dengan orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan mahasiswa. Pemerintah daerah harus berpihak pada rakyat, bukan pada kebijakan instan yang menyengsarakan,” tegas Rivaldi.

Ia menambahkan, mahasiswa siap mengawal persoalan ini sampai tuntas. “Pendidikan adalah hak setiap warga negara, bukan komoditas yang boleh diputuskan sepihak,” ujarnya. (*)

Redaksi

http://hababerita.com

Lihat Dunia Lebih Dekat

Related post