HIMAPAS Soroti Belum Dibangunnya Sekolah Rakyat di Aceh Singkil, Puluhan Siswa Dititipkan ke Subulussalam

 HIMAPAS Soroti Belum Dibangunnya Sekolah Rakyat di Aceh Singkil, Puluhan Siswa Dititipkan ke Subulussalam

Singkil, HabaBerita.com – Himpunan Mahasiswa Pelajar Aceh Singkil (HIMAPAS) menyoroti belum terealisasinya pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Aceh Singkil.

Kondisi tersebut menyebabkan puluhan calon siswa tahun ajaran 2026/2027 harus mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Kota Subulussalam karena fasilitas di Aceh Singkil belum tersedia.

Wakil Ketua HIMAPAS, Mulliadi Manik, menilai situasi tersebut menunjukkan belum optimalnya kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program strategis nasional di bidang pendidikan.

“Ini bukan sekadar persoalan gedung sekolah, tetapi menyangkut hak anak-anak Aceh Singkil untuk memperoleh pendidikan yang layak di daerahnya sendiri. Sangat ironis ketika anak-anak dari keluarga miskin harus meninggalkan daerahnya karena pemerintah belum mampu menghadirkan fasilitas pendidikan yang dijanjikan,” ujar Mulliadi dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, keterlambatan pembangunan Sekolah Rakyat perlu mendapat perhatian serius karena berdampak langsung terhadap akses pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

HIMAPAS juga mempertanyakan faktor yang menyebabkan pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh Singkil belum terealisasi.

Organisasi tersebut meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kendala yang dihadapi, baik terkait legalitas lahan, administrasi, perencanaan, maupun aspek lainnya.

“Publik berhak mengetahui apa yang menjadi hambatan sehingga pembangunan Sekolah Rakyat belum terlaksana. Setiap keterlambatan tentu berdampak pada masa depan anak-anak Aceh Singkil,” katanya.

Selain itu, HIMAPAS meminta Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil untuk memperkuat fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut.

Menurut organisasi itu, DPRK memiliki kewenangan untuk meminta penjelasan resmi dari pemerintah daerah sekaligus mengawal percepatan pembangunan Sekolah Rakyat.

Mulliadi berharap program Sekolah Rakyat tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi segera diwujudkan agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung.

“Jangan sampai Sekolah Rakyat hanya menjadi slogan tanpa realisasi nyata. Pemerintah daerah perlu menjelaskan kepada masyarakat kapan pembangunan dimulai dan kapan anak-anak Aceh Singkil dapat menikmati fasilitas Sekolah Rakyat di daerahnya sendiri,” ujarnya.(*)

Redaksi

http://hababerita.com

Lihat Dunia Lebih Dekat

Related post