11 Hari Terjebak di Gua, 5 Penambang Emas Laos Selamat
Dalam foto yang dirilis Metta Tham Rescue Kalasin ini, tim penyelamat pada Senin (25/5/2026) berupaya menjangkau tujuh orang yang terjebak di sebuah gua di Provinsi Xaisomboun, Laos. (Dok. Metta Tham Rescue Kalasin via AP)
Vientiane – Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di Provinsi Xaysomboun, Laos bagian tengah, resmi beralih ke fase pencarian dua penambang emas yang masih dinyatakan hilang. Langkah ini dilakukan setelah lima penambang lainnya yang ditemukan hidup berhasil dievakuasi secara bertahap.
Melansir BBC, peristiwa bermula pada Selasa (19/5/2026) saat delapan warga desa memasuki kompleks gua di wilayah pegunungan tersebut untuk mencari bijih emas. Keesokan harinya, Rabu (20/5), hujan lebat memicu banjir bandang yang menutup akses keluar-masuk gua.
Pada hari yang sama, satu orang penambang berhasil berenang keluar terlebih dahulu sebelum air menutup seluruh terowongan dan melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwenang, sekaligus mengonfirmasi keberadaan tujuh rekan yang tertinggal di dalam.
Setelah operasi pencarian selama tujuh hari, tim penyelamat mendeteksi posisi korban pada Rabu (27/5). Lima penambang ditemukan berada di sebuah ruang udara yang berjarak sekitar 300 meter dari mulut gua, sementara dua lainnya berada di titik terpisah.
Proses evakuasi menghadapi kendala teknis berupa lorong yang sempit dengan diameter beberapa titik hanya mencapai 50 sentimeter, ditambah kondisi air banjir yang pekat. Kondisi medan ini mendasari pengerahan personel spesialis internasional dari Thailand, Indonesia, Prancis, dan Australia. Demikian seperti dikutip dari Reuters.
Berpacu dengan Waktu
Penyelamatan dilakukan dalam dua gelombang. Pada Jumat (29/5), satu korban pertama dengan kondisi fisik paling lemah dievakuasi terlebih dahulu oleh tim selam untuk penanganan medis darurat. Kemudian pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 15.10 waktu setempat, empat penambang tersisa menyusul keluar.
Skenario awal yang mewajibkan mereka menyelam menggunakan peralatan scuba dibatalkan karena performa pompa berhasil menurunkan volume air secara signifikan, sehingga mereka dapat keluar dengan cara berjalan kaki dan merangkak.
Setibanya di permukaan, petugas medis langsung menyelimuti keempat pria tersebut dengan selimut termal aluminium dan membawa mereka menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat untuk penanganan dehidrasi.
Menurut penjelasan salah satu penyelam ahli, Mikko Paasi, tim penyelamat kini memanfaatkan surutnya air untuk masuk lebih jauh ke dalam gua. Mereka berencana memeriksa satu lorong kecil yang berada sekitar 25 meter di belakang lokasi penemuan lima korban sebelumnya. Pemeriksaan ini harus dilakukan dengan cepat sebelum hujan lebat kembali turun dan menenggelamkan gua tersebut.
Insiden ini menyoroti kondisi Provinsi Xaysomboun yang kaya akan kandungan mineral berupa perak, tembaga, dan emas. Selain menjadi lokasi operasi bagi perusahaan besar seperti Phu Bia Mining Limited, karakteristik geografis wilayah ini memicu munculnya aktivitas pertambangan rakyat berskala kecil secara informal. Bagi sebagian warga lokal, mendulang emas di dalam kompleks gua menjadi sektor mata pencaharian alternatif karena menawarkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata upah minimum standar yang berlaku di Laos.
Kasus ini memiliki kemiripan dengan operasi penyelamatan besar di Thailand pada 2018. Saat itu, 12 remaja anggota tim sepak bola bersama seorang pelatihnya terjebak di dalam kompleks Gua Tham Luang yang kebanjiran selama 18 hari sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim penyelam internasional.
Artikel dari liputan6.com