Rusia Pastikan Ada di Pihak Iran, Isyaratkan akan Beri Bantuan Militer Jika Diminta

 Rusia Pastikan Ada di Pihak Iran, Isyaratkan akan Beri Bantuan Militer Jika Diminta

EPA/ABIR SULTAN Personel layanan darurat memeriksa kerusakan di lokasi sebuah bangunan yang terkena rudal Iran di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026.

LONDON — Rusia meyampaikan sikap geopolitiknya atas situasi peperangan yang dimotori Zionis Israel-Amerika Serikat (AS) dengan menyarang Republik Islam Iran. Duta Besar Rusia di Inggris, Andrei Kelin menegaskan, posisi Moskow tidak netral dan memastikan mendukung Iran yang menjadi korban ketidakadilan atas invansi Zionis-AS.

“Kami (Rusia) tidak netral. Tidak. Kami tidak netral. Kami mendukung Iran. Dan tentu saja, dan seperti yang selalu saya sampaikan, kami memandang negatif apa yang dilakukan terhadap Iran,” kata Kelin dalam sesi wawancara bersama Sky News dan dikutip dari Aljazirah English, pada Ahad (8/3/2026).

Kelin juga menyampaikan sikap simpati Rusia atas negara-negara di Teluk Arab yang terkena dampak langsung dari agresi militer Zionis-AS ke Negeri Para Mullah itu. Kelin menyampaikan ada banyak faktor yang membuat Rusia berada di sisi dan mendukung Iran. Selain karena Iran negara sahabat Rusia yang dikatakan Kelin sebagai tetangga yang baik, pemerintahan di Teheran juga selama ini menjadi korban ketidakadilan AS.

“Anda tahu, bahwa kami semua bersimpati kepada Iran. Mereka adalah tetangga kami. Dan kami selalu memiliki hubungan yang sangat baik. Dan kami melihat bahwa tindakan militer yang diambil terhadap Iran, sama sekali tidak adil. Karena itu, Rusia mendukung Iran,” ujar dia.

Namun, kata Kelin, Iran dalam masa-masa perang melawan agresi Zionis-AS ini, belum sekalipun menyampaikan permintaan resmi agar Rusia membantu secara militer. Iran menyampaikan kepada Rusia, mereka masih dapat bertahan dan melawan dengan kemampuannya sendiri.

“Tetapi seperti yang sudah pernah kami umumkan, bahwa Iran tidak meminta apapun dari kami, tidak meminta apapun, atau pertolongan apapun,” ujar Kelin.

Akan tetapi, sebagai negara sahabat, Rusia memastikan mendukung Iran. Sebab, kata Kelin, begitu banyak cacat logika yang dilakukan Zionis-AS terhadap Iran. Pemerintahan di Moskow, kata Kelin, tak habis pikir atas AS yang selalu menyudutkan dan menyalahkan Iran, tetapi tak melihat bahwa Israel dan AS yang melakukan agresi terhadap Iran.

“Kami tidak memahami logika seperti ini. Logika dari negara-negara barat, Amerika Serikat dan yang lain (Israel) saat ini yang harus menyalahkan Iran, tetapi tidak ada yang mengatakan bahwa AS dan Israel yang telah memulai permusuhan dan penyerangan. Iran hanya menanggapi serangan itu. Jadi ini, sangat tidak adil bagi Iran,” ujar dia.

Rusia memang menyayangkan situasi runyam saat ini yang sudah membakar negara-negara Timteng. Akan tetapi, kata Kelin, harus tetap melihat bahwa agresi Zionis-AS terhadap Iran itulah yang mengancam negara-negara Teluk Arab ke dalam peperangan. Posisi bertahan Iran, dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS yang berada di negara-negara Arab, menurut Kelin, dampak dari ambisi perang Zionis-AS terhadap Iran.

“Kami juga bersimpati kepada negara-negara sahabat kami yang berada di Teluk Persia, kepada semua emir (pemimpin-pemimpin negara Arab). Kami tentu saja juga memiliki kepentingan di sana,” ujar Kelin.

Perang Zionis-AS dengan Iran sudah memasuki hari ke-8. Serangan berbalas serangan masih terjadi melalui udara. Zionis-AS baru-baru ini kembali membombardir Iran, dengan menargetkan pusat-pusat penyimpanan stok bahan bakar, dan titik-titik komando militer.

Militer Iran, Korps Garda Revolusi Islam masih terus bertahan dengan menembakkan misil dan rudal-rudal berdaya ledak besar ke wilayah penjajahan Zionis di Palestina, juga ke aset-aset militer AS yang berada di Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Kuwait, termasuk di Uni Emirates Arab, juga di Yordania. Peperangan saat ini, pun turut menyeret Lebanon yang merupakan salah satu wilayah basis militer Iran di dekat Israel.

China dilaporkan mulai beralih mendukung Iran dengan memberikan bantuan finansial, suku cadang pengganti, dan komponen terkait rudal. Mengutip tiga sumber yang mengetahui masalah itu, laporan tersebut menyebutkan Beijing sejauh ini menghindari keterlibatan langsung dalam konflik antara Iran dan AS-Israel, tetapi para pejabat AS memantau tanda-tanda bahwa posisi China mungkin berubah.

China adalah pembeli utama minyak mentah Iran dan secara terpisah telah mendesak Teheran untuk memastikan navigasi yang aman melalui Selat Hormuz bagi kapal komersial, sebut laporan itu. Seorang sumber intelijen mengatakan kepada CNN bahwa China sangat berhati-hati memberikan dukungan karena konflik tersebut bisa mengancam ketahanan energinya.

CNN juga melaporkan bahwa Rusia diduga telah berbagi citra satelit dan intelijen penargetan lainnya dengan Iran, termasuk data mengenai posisi dan pergerakan pasukan AS. Badan Intelijen Pusat (CIA) menolak mengomentari laporan tersebut.

Pekan lalu, enam tentara AS tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan drone Iran di Kuwait. Iran telah meluncurkan ribuan drone serang dan ratusan rudal ke fasilitas militer AS, kedutaan besar, dan sasaran sipil, sementara serangan AS dan Israel menghantam lebih dari 2.000 lokasi di Iran.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam sejak AS-Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu, yang menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi, dan sejumlah pejabat militer senior.

Iran membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan AS, fasilitas diplomatik, dan personel militer di seluruh kawasan, serta beberapa kota di Israel. Serangan tersebut terus meningkat.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Ahad (8/3/2026) mengumumkan bahwa mereka menghantam pusat penyulingan minyak milik Israel di Haifa dengan rudal Kheibar Shekan. Menurut IRGC dikutip Al Mayadeen, serangan itu sebagai balasan serangan Israel yang menyasar pangkalan penyimpanan minyak Iran di Teheran.

Pernyataan IRGC dikeluarkan bersamaan dengan gelomabang ke-27 Operasi Janji Setia 4 yang mana serangan dilancarkan dengan luncuran rudal dan drone terhadap target-target milik AS dan Israel. Menurut IRGC, dengan rudal Kheibar Shekan, pusat penyulingan minyak di Haifa sukses ditarget.

Adapun serangan drone, menurut keterangan IRGC, juga sukses menghantam target militer AS yang berlokasi di arena Marina, dekat gedung Warner Bros di Dubai, Uni Emirat Arab.

Artikel dari republika.co.id

 

Redaksi

http://hababerita.com

Lihat Dunia Lebih Dekat

Related post