BEM FPIK UTU Soroti Krisis Legislatif Mahasiswa: Ketika Ketua DPM Gagal Menjalankan Fungsi Dasar

 BEM FPIK UTU Soroti Krisis Legislatif Mahasiswa: Ketika Ketua DPM Gagal Menjalankan Fungsi Dasar

Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (BEM FPIK UTU), Muhammad Fikran. (Dok : Istimewa)

Meulaboh, HabaBerita.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (BEM FPIK UTU), melalui Ketua Umum Muhammad Fikran, menyatakan kekecewaan serius terhadap kondisi kepemimpinan di tubuh Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Teuku Umar (DPM UTU).

Dalam rilis ini, Fikran menyebut bahwa DPM telah mengalami degradasi fungsi akibat lemahnya kepemimpinan yang berlangsung secara sistematis.

“Lembaga legislatif tidak sedang baik-baik saja. Ketika Ketua tidak paham cara menjalankan struktur, maka seluruh mekanisme organisasi menjadi lumpuh. Dan itu yang sedang kami alami,” kata Fikran.

Lembaga Tinggi, Tapi Dikelola Secara Instan

Fikran mengkritik keras cara kerja DPM yang dinilai asal jadi, dengan mengabaikan prinsip formalitas organisasi.

Undangan resmi untuk forum RDP tidak disampaikan melalui jalur resmi atau surat formal, melainkan sekadar pemberitahuan melalui aplikasi WhatsApp, yang bahkan tidak didistribusikan tepat waktu.

“Forum sebesar Rapat Dengar Pendapat hanya diumumkan lewat WhatsApp, dan itu pun beberapa jam sebelum pelaksanaan. Ini bukan persoalan teknis—ini bentuk kegagalan struktural,” tegasnya.

Kami Hadir, Tapi Sistem Tidak Siap

Dalam forum RDP yang akhirnya batal terselenggara, BEM FPIK menjadi satu dari sedikit lembaga yang hadir. Fikran menyatakan bahwa pihaknya hadir bukan karena yakin akan kualitas forum, tetapi karena menghargai struktur—meskipun struktur itu sendiri sedang rusak.

“Yang membuat forum gagal bukan karena kami tidak hadir. Yang membuat forum gagal adalah tidak adanya sistem. Dan sistem dimulai dari kepemimpinan,” ujarnya.

Seruan Rasional: Reformasi Internal DPM Dimulai dari Pucuknya

BEM FPIK menyerukan agar MPM UTU dan unsur-unsur strategis di lingkungan kelembagaan mahasiswa mulai melakukan pembenahan serius terhadap DPM, dimulai dari posisi Ketua.

“Kami tidak sedang mencari drama. Yang kami minta hanya satu hal sederhana: lembaga dijalankan sesuai sistem. Jika Ketua DPM tidak sanggup mewujudkan itu, maka sebaiknya ia mengundurkan diri, sebelum semakin mempermalukan institusi yang ia pimpin.”

Penutup: Integritas atau Kekacauan

Muhammad Fikran menegaskan bahwa BEM FPIK akan berdiri di sisi integritas kelembagaan. Ia menyampaikan bahwa **diam dalam kondisi seperti ini adalah bentuk kolusi pasif.** Oleh sebab itu, BEM FPIK memilih untuk bersuara.

“Jika lembaga sudah tidak punya arah, maka bersikap bukan lagi opsi, tapi keharusan,” tandasnya. (*)

Redaksi

http://hababerita.com

Lihat Dunia Lebih Dekat

Related post