Konflik PEMA UTU Memanas, DPM Teknik FT UTU: PEMA UTU Harus di Ospek Ulang Agar Berani Ambil Tindakan
Meulaboh, HabaBerita.com — Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar (UTU), Yusafat Ardian, mendesak Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) UTU untuk segera angkat suara dan bertanggung jawab secara terbuka atas kegaduhan yang terjadi di internal mahasiswa.
Ia menilai sikap bungkam PEMA di tengah memanasnya situasi kampus sebagai bentuk kepengecutan politik yang justru memperkeruh keadaan.
Yusafat Ardian menegaskan, konflik yang kini merebak di grup-grup kampus tidak muncul begitu saja, ini menandakan bahwa PEMA UTU tidak mampu menjalankan tanggung jawab yang sebagaimana mestinya.
“PEMA jangan bersikap pengecut dengan bersembunyi di balik diam. Kampus sedang ribut, mahasiswa terbelah, dan ini menandakan ketidakmampuan PEMA UTU dalam menjalankan kewajiban kepengurusan,” tegasnya. Sabtu (7/2/2026).
Menurutnya, persoalan ini tidak lagi sebatas konflik biasa, tetapi telah menjelma menjadi konflik horizontal di tubuh mahasiswa akibat kegagalan PEMA mengelola komunikasi dan kepemimpinan. Sikap diam di tengah situasi panas, kata Yudi, justru menjadi pemicu lanjutan konflik.
“PEMA seharusnya tampil sebagai penenang dan penanggung jawab. Tapi yang terjadi, mereka diam, lalu membiarkan kegaduhan ini terus terjadi,” ujarnya.
Yusafat Ardian juga menekankan bahwa hilangnya kepercayaan mahasiswa terhadap PEMA UTU diperparah oleh ketidaktegasan sikap resmi. Dalam kondisi seperti ini, membiarkan opini liar berkembang tanpa klarifikasi hanya akan memperdalam krisis legitimasi.
“Kalau memang merasa benar, sampaikan secara terbuka dan bertanggung jawab. Jangan hanya diam dibalik layar dan menonton kondisi PEMA UTU yang sudah diambang kehancuran,” katanya.
Ia menutup dengan peringatan keras agar PEMA UTU segera mengambil sikap resmi dan menghentikan narasi yang memecah belah.
“PEMA UTU harus angkat suara sekarang. Diam adalah bahan bakar konflik. Jika ini terus dibiarkan, PEMA sendiri yang akan dicatat sebagai aktor utama kegaduhan di tubuh mahasiswa UTU,” pungkas Yusafat Ardian. (*)