Jepang Naikkan Batas Usia Legal Berhubungan Seks Jadi 16 Tahun, Begini Alasannya

 Jepang Naikkan Batas Usia Legal Berhubungan Seks Jadi 16 Tahun, Begini Alasannya

Jepang jadi salah satu negara dengan usia legal berhubungan seks terendah di dunia. Foto: David Mareuil/Getty Images

Jakarta – Pemerintah Jepang akan menaikkan batas usia legal berhubungan seksual dari 13 tahun ke 16 tahun. Hal ini diusulkan oleh Kementerian Kehakiman Jepang yang diperkirakan akan disetujui oleh Dewan Legislatif pada pertengahan Februari.

Pemerintah berharap dapat memberlakukan revisi KUHP selama sesi parlemen yang dijadwalkan berlangsung hingga 21 Juni.

Subkomite hukum pidana dari Dewan Legislatif juga berusaha membuat definisi yang lebih spesifik terkait kejahatan hubungan seksual paksa dan penyerangan tidak senonoh. Dengan harapan, kasus dan tuduhan kejahatan lebih mudah dibangun di pengadilan.

Beberapa hal yang disorot undang-undang ini adalah hubungan seksual dengan anak di bawah 13 tahun adalah ilegal terlepas dari persetujuan. Sementara itu, hubungan intim dengan mereka yang berusia 13 sampai 15 tahun akan dihukum jika pelaku lima tahun atau lebih tua.

Batas waktu untuk melaporkan pemerkosaan juga akan dinaikkan menjadi 15 tahun dari sebelumnya 10 tahun.

Aturan Usia Persetujuan Berlaku sejak 1907

Di bawah undang-undang saat ini, anak berusia minimal 13 tahun dianggap sudah mampu memberikan persetujuan untuk berhubungan seks. Dalam kata lain, aktivitas seksual yang mereka lakukan tidak dianggap pemerkosaan menurut undang-undang.

Undang-undang saat ini juga mewajibkan korban untuk membuktikan bahwa mereka tidak memberikan persetujuan dan menunjukkan bahwa terdapat penyerangan atau intimidasi yang membuatnya tidak mungkin dilawan.

Peraturan daerah memang melarang tindakan cabul, termasuk seks, dengan mereka yang berusia di bawah 18 tahun. Namun, hukuman untuk kejahatan itu lebih ringan dibanding tuduhan pemerkosaan yang hanya mendapat ancaman hukuman lima tahun.

Alasan Perombakan Undang-undang

Perombakan undang-undang ini dipicu oleh kritik akan kegagalan Pemerintah Jepang melindungi anak-anak dari pemerkosaan dan pelanggaran seksual lainnya. Kritik ini muncul pada 2019 berwujud demonstrasi besar menyusul sejumlah pembebasan tersangka predator seksual.

Pembebasan tersangka salah satunya terjadi pada kasus seorang pria yang dituduh berulang kali memperkosa anak perempuannya meskipun pengadilan memutuskan bahwa hal itu bertentangan dengan keinginannya.

Penuntut tidak dapat membuktikan bahwa terdapat “penyerangan atau intimidasi” yang membuatnya tak mampu menolak ajakan ayahnya.

Putusan tersebut dibatalkan usai jaksa mengajukan banding. Pria tersebut akhirnya dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.

Usia Consent Age Termasuk yang Terendah

Dibandingkan dengan negara maju lainnya, Jepang memiliki usia persetujuan terendah. Usia consent atau persetujuan ini belum pernah berubah sejak diberlakukan pada tahun 1907. Banyak negara maju menetapkan usia persetujuan pada usia 14 hingga 16 tahun. Berikut merupakan usia persetujuan di negara-negara G7

– Jerman 14 tahun
– Prancis 15 tahun
– Kanada 16 tahun
– Italia 16 tahun
– Inggris 16 tahun
– Amerika Serikat 16 tahun

Hal ini menjadikan Jepang sebagai yang terendah di grup G7.

Sumber : detik.com

Redaksi

http://hababerita.com

Lihat Dunia Lebih Dekat

Related post